Self Drive di New Zealand

Trip Start Mar 22, 2012
1
5
Trip End Oct 02, 2012


Loading Map
Map your own trip!
Map Options
Show trip route
Hide lines
shadow

Flag of New Zealand  ,
Friday, March 23, 2012

Self Drive di New Zealand

Mengemudi sendiri ?, di negara orang ?, kenapa tidak ?. Seperti di Indonesia, lajur mengemudi di New Zealand adalah di sebelah kiri, atau setir kanan, jadi sama sekali tidak membutuhkan penyesuaian. Terlebih lagi, seluruh jalanan utama di New Zealand sudah berlapis aspal, dan dilengkapi dengan rambu-rambu yang jelas. Dan tentu saja sekarang sudah ada GPS, jadi tidak ada alasan tentu saja untuk takut tersesat.

Secara umum, rambu-rambunya sama, akan tetapi ada beberapa hal yang khas New Zealand yang harus diperhatikan. Pertama tentang "Give Way Rule", Tom, counter desk Apex, tempat kami menyewa mobil memberikan petunjuk singkat, “As long as you can get hit at your driver side, you should give way”, gampang kan ?, jadi pendeknya kita harus memberi jalan untuk kendaraan yang datang dari arah kanan kita titik. Yang kedua, jangan sangka jalan di New Zealand lebar-lebar, sebaliknya, jalanannya rata-rata dua jalur dan berkelak-kelok naik turun gunung jadi harus tetap konsentrasi mengemudi.  Yang ketiga, jembatan-jembatannya banyak yang satu arah, sesuatu yang sudah susah ditemui di Jawa, meskipun begitu rambu-rambunya komplit jadi hampir tidak mungkin ada dua kendaraan bertemu di tengah-tengah.

Perencanaan Rute, Kendaraan dan Bahan Bakar

Setelah browsing sana-sini dan bertanya sana-sini, kami memutuskan untuk menggunakan kombinasi mobil dan motel dalam trip ini, alasannya sederhana, kami ingin betul-betul menikmati jalanan di New Zealand dengan menggunakan sedan alih-alih campervan yang seukuran truk. Untuk sedan, sewanya mulai dari NZD 40 per hari untuk sedan hatchback kecil (Hyundai Getz, Yaris dan sejenisnya) sampai NZD 100 untuk sedan besar (Camry, Holden Commodore dan sejenisnya), kami sendiri memilih Ford Focus, dengan tarif NZD 56 per hari. Satu lagi, daripada sesal kemudian tiada berguna, amat sangat disarankan untuk memilih opsi fully insured, jadi tidak perlu pusing-pusing lagi jika kendaraannya ada lecet-lecet kecil.

Harga bensin di New Zealand berkisar antara NZD 1.39 – NZD 1.49 tergantung daerah dan pompa bensinnya. Harga termurah umumnya dijumpai di kota-kota besar, seperti Christchurch, Queenstown dan Hokitika sedangkan di daerah terpencil seperti Fox Glacier, Arthur Pass dan Milford Sound harga bensin mencapai NZD 1.49. Jika dirupiahkan tentu saja amat mahal, akan tetapi karena tidak ada yang namanya macet, milleage per liternya menjadi amat efisien, contohnya, Focus yang kami gunakan, hanya membutuhkan 8 liter/100 km-nya (mobil serupa, di jakarta 13 liter/100 km). Satu lagi, belajarlah mengisi bensin sendiri karena di New Zealand tidak ada penjaganya. Jika kita ingin mengisi bensin, kita harus pergi ke kasir dahulu untuk membayar bensin yang akan kita beli, baru mesinnya diaktifkan.

Untuk jarak, jarak antar objek wisata jika direncanakan dengan masuk akal tidaklah lebih dari 4 jam per trip. Jarak terpanjang yang kami tempuh adalah dari Fox Glacier – Christchurch, sepanjang kurang lebih 405 km yang kami tempuh dalam waktu 6 jam, sedangkan jarak rata-rata yang kami tempuh adalah antara satu sampai dua jam sekali trip. Selain itu, karena perbedaan waktu yang cukup besar antara Indonesia dan New Zealand (5 jam) disarankan untuk jangan langsung mengemudi di hari pertama, akan tetapi melakukan aklimatisasi waktu setidak-tidaknya selama 1 hari sebelum mengemudi jarak jauh.

Itinerary Planning dan Highlight

Jika anda browsing di Internet mengenai best scenic drive, New Zealand seringkali muncul, rute-rute yang terkenal diantaranya Milford Road, antara Te Anau dan Milford Sound, Caitlin's Coast, antara Dunedin dan Invercargill dan Arthur Pass, antara Hokitika dan Christchurch. Akan tetapi, bahkan rute pendek yang tidak populer sekalipun tidak kalah indahnya, contohnya rute pendek antara Queenstown dan Glenorchy, yang menyusuri danau Wakatipu dan menembus hutan untuk kemudian muncul di tengah-tengah padang berkabut, dengan sedikit imajinasi, kita seakan-akan berada di Middle Earth, dan harus sedikit waspada, siapa tahu ada Hobbit menyeberang jalan.....

Selama 10 hari di New Zealand, kami menempuh rute :

Queenstown – Te Anau, 171 km, sepertiganya menyusuri Lake Wakatipu, sisanya menyusuri daerah pertanian antara Garston dan Te Anau

Milford Road : Te Anau – Milford Sound – Te Anau, 118 km sekali jalan atau 236 km yang tidak terlupakan, key highlight dari self drive kami, hutan, padang savana, padang edelweis, tembok batu......

Te Anau – Arrowtown – Queenstown, 200 km. Kembali ke Queenstown, basecamp kami untuk 3 hari kedepan, sebalumnya mampir di Arrowtown.

Cardrona Road : Queenstown – Wanaka – Queenstown melalui Cardrona Peak, 144 km,  jalan tertinggi di New Zealand, titik tertingginya 1120 m, baru saja selesai diaspal penuh 6 tahun yang lalu, penuh tikungan dan dikelilingi bukit-bukit tinggi di kiri kanan jalan.

Paradise Road : Queenstown – Glenorchy – Queenstown, 110 km, kejutan yang kami dapatkan dalam trip ini, seperti Milford Road, dengan skala yang lebih kecil, kita seakan-akan berada di Middle Earth, tinggal menunggu Hobbit menyeberang saja....

Queenstown – Fox Glacier melalui Mount Aspiring National Park, 330 km, paling bervariasi, mulai dari danau, hutan hujan tropis, tepi pantai sampai ke gletser, mulai dari 7 derajat Celcius di Wanaka sampai 27 derajat celcius di Haast...

Fox Glacier – Christchurch melalui Arthur Pass, 402 km, trek terpanjang kami, hampir 6 jam, mulai dari tepi pantai, mendaki Arthur Pass, lengkap dengan tanjakan-tanjakan tajam dan tebing perlindungan longsor sampai melalui padang savana luas sebelum turun di Canterbury Plain menuju ke Christchurch.

Total, kami menempuh jarak 1600 km, ditambah dengan berputar-putar di Queenstown dan Christchurch kurang lebih kami menempuh jarak sejauh 1700 km. Ini adalah kali pertama kami mengemudi tidak di Indonesia, akan tetapi keindahan alam sepanjang jalan yang kami tempuh dipadu dengan – ini yang paling penting – kedisiplinan pengemudi dan jalan-jalan yang amat terawat pengalaman ini menjadi “once in a lifetime experience”.
Slideshow Report as Spam

Use this image in your site

Copy and paste this html: