Menyaksikan Kisah Hidup si Raja Dongeng

Trip Start Aug 06, 2006
1
21
27
Trip End Jul 20, 2010


Loading Map
Map your own trip!
Map Options
Show trip route
Hide lines
shadow
Where I stayed
Kate and Ole's house

Flag of Denmark  , Region South Denmark,
Friday, March 13, 2009

Hampir semua anak di seluruh dunia tahu siapa Hans Christian Andersen. Masa kecilnya tidak menyenangkan namun ia meninggal sebagai orang ternama di Denmark. Kisah hidupnya semasa kecil bisa disaksikan di rumah masa kecilnya yang kini dijadikan museum.



Odense adalah kota kelahiran Hans Christian Andersen. Di kota yang sekarang bisa ditempuh dua jam perjalanan dengan mobil dari Kopenhagen ini si raja dongeng ini dilahirkan di rumah sempit di daerah kumuh. Ibunya adalah seorang buruh cuci sedangkan ayahnya adalah seorang tukang sepatu.

Saat ini rumah yang ditinggali tahun 1807-1819 ini tidak lagi berada di daerah yang kumuh. Kawasan itu menjelma menjadi daerah mahal. Rumah sempit yang ditinggali beberapa keluarga sekaligus itu sekarang dijadikan museum. Di sekitarnya berdiri rumah-rumah cantik dengan jalan-jalan batu khas Eropa.

Kurang lebih kehidupan masa kecil Andersen yang miskin bisa disaksikan di rumah itu. Memang tidak persis seperti kehidupan di abad 19. Namun bisa dibayangkan dalam rumah dengan ruangan sempit itu, tidur berdesakan beberapa keluarga sekaligus.

Mengunjungi museum HC Andersen, saya merasa jadi lebih kenal dengannya. Di museum yang dibangun menempel dengan rumah masa kecilnya itu, terpampang ukuran fisik penulis dongeng anak-anak itu. Ternyata Andersen adalah orang yang jangkung. Dengan tinggi 185 cm, dia termasuk tinggi untuk ukuran orang Eropa abad 19. Tulang kaki dan tangannya panjang. Dengan tubuhnya yang jangkung tentu dia tak nyaman tidur di ranjang sempit rumahnya. Dan tebaklah ukuran sepatunya. Ukurannya 47!

Dia termasuk beruntung menjadi satu dari 60 persen anak di benua Eropa yang bertahan hidup di jaman yang penuh dengan ancaman wabah penyakit dan perang. Andersen dicatat sebagai orang yang selalu takut pada wabah penyakit seperti kolera. Masalah kesehatan yang sering dialaminya adalah sakit gigi. Sakit gigi ini begitu mempengaruhinya hingga akhir hidupnya. Ia menulis dongeng terakhirnya bertema sakit gigi, Great Writer, Great Toothache, Small Writer, Small Toothache. Namun kanker hati adalah penyakit yang merenggut nyawanya di tahun 1875.

Andersen juga dikenal sebagai pribadi yang sangat mencintai anak-anak. Tetapi banyak orang mengenangnya sebagai orang yang senang mengagumi diri sendiri. Dia senang melihat bayangan dirinya di kaca dan memandangi potret dirinya.

Selain menulis, ia menaruh cinta yang besar pada traveling. Demi menggambarkan betapa besar cintanya pada perjalanan ia menulis, To travel is to live. Dia begitu gila bepergian. Pertama kali melakukan perjalanan ke luar negeri adalah tahun 1831. Perjalanan terakhirnya adalah dua tahun sebelum kematiannya. Kalau dijumlah, ia berada di luar Denmark selama sembilan tahun. Paspor miliknya juga dipamerkan di museum ini. Paspor itu ada yang seukuran ijazah sarjana. Belakangan, ukuran paspor itu sudah mirip ukuran paspor jaman sekarang.

Boleh dikatakan Andersen adalah orang Eropa yang paling tahu soal Eropa. Ia sudah berkeliling Eropa dan juga melakukan perjalan ke Afrika dan Asia Kecil.

Karena belum ada kamera saku yang bisa merekam kisah perjalanannya, Andersen membuat banyak sketsa untuk merekam memorinya tentang tempat-tempat yang dikunjunginya. Bukan hanya jago bikin sketsa, Andersen juga jago membuat ornamen gunting kertas. Aneka sketsa dan guntingan kertas bikinannya bisa juga disaksikan di museum ini.

Puas berkeliling menyaksikan kisah hidup Andersen, pengunjung bisa duduk istirahat sejenak di memorial hall yang dihiasi lukisan adegan-adegan kisah hidupnya. Memorial hall ini berbentuk kubah.

Setelah itu jangan lewatkan masuk ke perpustakaan yang memuat buku-buku Andersen yang diterjemahkan ke ratusan bahasa di seluruh dunia. Saya mencari edisi bahasa Indonesia di komputer. Tampillah kaver dan isi buku itu di layar komputer.
Slideshow Report as Spam

Use this image in your site

Copy and paste this html: