SELAMAT DATANG KE PULAU SUMBA - INDONESIA

Trip Start Unknown
1
4
Trip End Ongoing


Loading Map
Map your own trip!
Map Options
Show trip route
Hide lines
shadow
Where I stayed
In Waingapu

Flag of Indonesia  , East Nusa Tenggara,
Wednesday, October 9, 2013

Pulau SUMBA yang terletak di propinsi Nusa Tenggara Timur Indonesia sudah banyak mengundang wisatawan mancanegara maupun lokal/Domestic untuk datang berkunjung. Kalau dilihat dari udara atau ( saat kita berada didalam pesawat lalu melihat kebawah ) keadaan alam pulau sumba sepertinya gersang hanya diselimuti padang rumput savanah, namun ternyata didalamnya banyak menyimpan sejarah adat budaya, beragam suku dan agama. Banyak perkampungan tua dengan rumah-rumah tradisional yang beratap rumput ilalang, letak rumahnya selalu mengelilingi kuburan yang terbuat dari batu dan mereka sangat setia merawat atau menjaga jangan sampai  keasliannya hilang. Masih banyak kampung di pulau Sumba yang pemandangan pada malam harinya sangat romantis oleh remang lampu pelita, semua ini sangat menarik perhatian bagi wisatawan untuk berkunjung.

Acara Adat dipulau sumba dilaksanakan hampir setiap bulan, mulai dari adat pembuatan rumah baru, perkawinan, penguburan, wula podhu, pasola dan acara adat lainnya.
Masyarakat di pulau sumba pada umumnya sangat ramah, suka memberi atau menyapa dengan senyuman manis dari hati yang tulus ikhlas. Tamu yang berkunjung ke pulau sumba tidak merasa puas bila hanya sekali berkunjung, karena mereka selalu terhibur dengan sejuta kegiatan atau acara adat yang ada.
Keindahan alamnya sangat memperngaruhi kita untuk datang kembali dan hati kita akan selalu menyatu dengan keramahan penduduk setempat, setiap langkah kita selalu saja terhibur dangan pemandangan yang berbeda dan unik, begitupun letak perkampungannya, ada yang diatas puncak gunung, bukit dan lembah.

Di kampung-kampung itu kita akan menjumpai para ibu lagi melakukan tenun kain ikat secara traditional dengan corak warnanya bermacam-macam. Seperti di Sumba timur memiliki corak warna kain ikatnya berbeda dengan yang di sumba barat, begitupun proses awal dari pembuatannya sungguh jauh berbeda. Perbedaan itu kita dapat melihatnya langsung dari motif kain yang ada. Sumba memiliki banyak motif kain dan setiap gambar yang ada pada kain mempunyai arti atau nilai dari kehidupan orang sumba sehari-hari. 

Motif atau gambar pada selembar kain selalu berhubungan dengan makhluk hidup disekitar seperti; kuda, udang, kepiting, buaya, ular, gekko atau cicak, bunga dan lain sebagainya. Jangan heran kalau mereka menjual selembar kain sumba dengan harga lima juta rupiah, karena proses pembuatan selembar kain ikat yang natural colour membutuhkan waktu yang cukup lama.( 5-6 bulan ) Bila ada acara adat di pulau sumba selalu welcome untuk semua orang walaupun kita tidak diundang atau tuan pestanya belum kita kenal, namun mereka sangat bahagia dan menghargai kehadiran kita disaat ada acara tersebut. Orang-orang yang mengikuti acara atau pesta adat tersebut hampir semuanya mengenakan pakaian adat sumba disana akan menambah gairah kita untuk mengenal mereka lebih jauh.

 Di setiap rumah adat atau kampung di pulau sumba memiliki cerita tersendiri dari sejarah kegiatan nenek moyangnya yang berbeda pula, ada yang keturunan nenek moyangnya seorang Raja dan ada juga keturunan Hamba. walaupun cerita keturunan nenek moyang yang berbeda, tidak menjadi suatu penghalang buat mereka dalam hal menyambut kedatangan tamu kekampungnya, dalam arti pergaulan antara kita dengan mereka sama, hanya pergaulan sesama mereka masih menjaga jarak atau saling menghargai bila bertemu dengan seseorang yang keturunannya bangsawan atau raja.

 Penyambutan tamu disetiap kampung biasanya kita disuguhkan dengan Sirih-pinang atau tabak ( Tembakau ) Bila tidak biasa mengunyah sirih-pinang tidak perlu mencobanya, kita cukup merabahnya atau menggenggam ditangan sebagai tanda penghargaan kita terhadap mereka, lalu kita meletakan uang seberapa ada didalam bakul sirih-pinang tersebut tanpa unsur paksaan ( Bila ada, kalau tidak ada uang takkan menjadi masalah ) Ucaplah kata terimakasih bahwa kita senang berkunjung kekampung tersebut. Kebiasaan mereka sehari-hari bila mengunjungi kampung tetangga, selalu membawa sirih-pinang atau tabak.

Setiap kampung memiliki satu rumah besar atau rumah dari seorang ketua adat yang menjaga keamanan kampung dan di rumah itulah sebagai pusat acara adat dari kampung tersebut. Bila mengunjungi rumah tersebut biasanya kita memberi beberapa uang dengan istilah uang untuk membeli sirih-pinang, tapi sekarang sudah jarang terjadi seperti itu karena hampir disetiap kampung sudah memiliki Buku Tamu ( Guest Book ) Kita mendaftarkan diri lalu memberikan uang sesuai ketentuan yang ada didalam buku tamu tersebut dan bila tidak memberi uangpun tidak menjadi masalah. Kegunaan dari uang tersebut untuk membeli sesuatu yang dibutuhkan oleh orang-orang dikampung tersebut bila ada acara ritual atau acara adat lainnya.

Hampir semua kampung di pulau sumba bebas untuk kita mengunjunginya namun tidak semua rumah dan batu kubur bebas untuk kita memotertnya, ada beberapa rumah adat dan batu kubur yang tidak boleh kita photo atau mengambil gambar, karena rumah atau batu kubur tersebut dianggap sangat sakral atau kramat oleh mereka. Singkatnya walaupun kita sudah diterima dengan baik oleh penduduk kampung kita tidak boleh berbuat sesuka hati harus mendahului tanya "Boleh atau tidak? Begitupun disaat kita berjalan mengelilingi kampung tidak boleh duduk atau menginjak batu kubur yang ada, apalagi sampai naik diatasnya"sangat tidak diperbolehkan!!.
Saya merasa Informasi ini sangat membantu Anda yang ingin berkunjung ke pulau sumba Nusa tenggara timur. Selamat berkunjung dan selamat menikmati keindahan alam pulau sumba.

Warning!
Bagi yang ingin meng-copy paste tulisan ini, harap sertakan juga sumbernya dari sini.
Salam Pariwisata.
Pariwisataboy, Frankfurt am Main. Germany.
Slideshow Report as Spam

Use this image in your site

Copy and paste this html: