Jayapura-Papua

Trip Start Unknown
1
Trip End Ongoing


Loading Map
Map your own trip!
Map Options
Show trip route
Hide lines
shadow

Flag of Indonesia  ,
Wednesday, July 4, 2007

This my article have published on Majalah TAMASYA (Traveling Magazine in Indonesia), sorry not transleted yet in English....sorry Pals...

 Menyingkap Ujung Papua
  
Sekitar tujuh jam perjalanan dilalui dalam pesawat plus transit dua kali di Makassar dan Biak, akhirnya dengan mulus kaki melangkah di Bandara Udara Sentani, Jayapura. Dua jurnalis dan dua pendamping dari Kementerian Kebudayaan Pariwisata dijemput oleh staf Dinas Pariwisata Kotamadya Jayapura, Bapak Sukri. Tim inilah yang selama empat hari akan bersama-sama menelusuri kota Jayapura dan sekitarnya.

Jarak 36 km dari Sentani ke kota Jayapura ditempuh sambil mendengarkan penjelasan tentang Danau Sentani yang terlihat begitu cantik dan tenang. Memang tidak banyak orang yang berenang di danau ini, maklum begitu banyak cerita mistis yang dilekatkan padanya. Namun menikmati keindahannya dari kejauhan bisa memunculkan banyak inspirasi dalam keteduhan danaunya.

Siang itu juga setelah sejenak beristirahat di hotel, berputar-putar kota Jayapura yang relatif sederhana pun dilakukan. Yang menarik jika Anda berjalan jalan di atas jam 1 siang sampai jam 5 sore, dipastikan banyak toko dan rumah makan yang tutup. Rupanya itulah jam istirahat bagi kebanyakan warga Papua. Sepanjang jalan perbincangan pun muncul terutama tentang kondisi alam dan kebiasaan yang ada di Jayapura.

"Saya sudah 20 tahun tinggal di sini, tapi masih sulit belajar bahasa Papua, maklum di Jayapura sendiri ada lebih dari 270 bahasa Papua dengan berbagai dialek, tergantung masing-masing sukunya," tutur Pak Sukri. Penjelasan ini sesuai dengan informasi yang diberikan oleh salah seorang petugas Museum Negeri bahwa sampai saat ini para antropolog berhasil meneliti 250 suku yang ada di Papua, dan itu belum semuanya. Terbayang betapa beragam budaya dan adat istiadat yang terdapat di wilayah Papua.

Di daerah yang akrab disebut sebagai Dok 9, ada sebuah perkampungan kecil yang didiami oleh enam keluarga asal pedalaman Wamena. Selain ada bangunan gereja dan rumah bergaya adat Papua dan terbuat dari batu bata, adajuga satu rumah tradisional yang membuat kami ingin melihatnya. Tentu saja kami harus ijin untuk bertandang ke rumah tersebut, maklum itu rumah penduduk dan bukan tempat wisata. Sungguh beruntung ijin diberikan dengan segera oleh sang pemimpin adat. Tapi tentu saja demi kesopanan kami tak bisa berlama-lama.

Di kawasan perumahan elit Angkasapura, Jayapura, bisa terlihat dengan jelas betapa kota Jayapura menyimpan potensi kecantikan tersendiri. Dengan diapit daerah pebukitan, serta pusat kota yang persis terletak di pinggir pantai, membuatnya tampak indah dari kejauhan. Saat malam tiba, bak menikmati kota metropolis di waktu malam, penuh gemerlap cahaya lampu yang berpendar-pendar.

Hari-hari berikutnya ada beberapa daerah wisata yang bisa didatangi. Pantai Base G dengan pohon-pohonnya yang teduh sering didatangi oleh wisatawan domestik, khususnya oleh masyarakat Jayapura. Sementara Pantai Hamadi yang dulunya banyak menyimpan cerita sejarah, yakni tempat pendaratan tank-tank sekutu, saat ini potensinya kurang terlihat maksimal dimanfaatkan. Bagi yang hendak menikmati wisata belanja, jangan pernah melewatkan pasar tradisional Hamadi yang juga banyak terdapat toko barang-barang seni.

"Wah, pesanan koteka jangan sampai lupa," celetukan seperti itu memang sudah lazim didengar di sini. Barang kerajinan lain yang juga menarik biasanya berupa piring sagu yang terbuat dari kayu dan dihiasi dengan ukiran khas Papua dan nokerc, tas rajut yang biasa diletakkan di kepala kaum perempuan.

Menikmati keindahan alam di Jayapurajuga bisa dilakukan dengan menikxnati pesona Teluk Yofeta yang memiliki sisa peninggalan Kapal Perang Sekutu. Termasuk menikmati keindahan Danau Sentani dari atas bukit tempat tugu Mac Arthur berada. Untuk menuju tugu ini para wisatawan harus melalui wilayah militer, dan ini juga menjadi salah satu pengalaman unik yang tak terlupakan. Potensi wisata lain yang juga menarik untuk dikunjungi adalah pulau kecil bernama pulau Asey, di sini penduduknya menjadi penghasil barang kerajinan berupa ukiran kayu serta lukisan di atas kulit kayu. Seni lukis di atas kulit kayu ini begitu melekat hingga anak-anak kecil di sana pun sudah cukup terampil membuatnya.

Sementara itu bila wisatawan ingin lebih menikmati suasana pantai yang alami, maka bisa mengunjungi Teluk Tanah Merah yang berjarak sekitar 65 km dari Jayapura. Di wilayah ini ada beberapa pantai dengan pasir putih, yakni Pantai Amay dan Pantai Harlem. Di daerah ini ada pula kampung Tablanusu yang berkerikil alam warna hitam mengkilat. Batu-batu kerikil ini menjadi daya tarik tersendiri buat para wisatawan, terutama yang ingin melakukan pijat refleksi alami pada telapak kaki tanpa alas.

Menikmati Papua rasanya tak lengkap tanpa melihat tari-tarian tradisonalnya. Kegiatan tahunan berupa Pesta Budaya, Festival Kreasi Baru, maupun Pawai Budaya, biasanya menyajikan beragam bentuk dan jenis kesenian yang mengaduk rasa. Saat melakukan perjalanan ke Jayapura, TAMASYA beruntung bisa melihat secara langsung Pawai Budaya yang menampilkan atraksi menarik tarian tradisional. Bila ingin melihat pertunjukan tari, Anda bisa menghubungi agen wisata yang bekerja sama dengan sanggar seni tersebut.

Demikian juga untuk beragam kemudahan mendapatkan akomodasi di Jayapura, disarankan memesan terlebih dahulu. Jayapura sebagai Ibukota propinsi Papua memang memiliki banyak potensi wisata, namun potensi itu bak permata yang belum terasah. Kilaunya belum lagi bersinar terang.
 
Slideshow Report as Spam
Add Comment

Comments

sarah on

saya lahir dan besar di jayapura terutama di daerah angkasa jadi jayapura selalu saya ingat dan terima kasih ternyata ada juga yg membahas tentang jayapura. saya harap dapat terus ditambahkan tulisan-tulisan mengenai jayapura dengan lebih mendalam.

fajaria endang irianti on

saya kelahiran jayapura tapi tepatnya di ifar gunung tapi saya, besar di dok V atas. saya kangen sekali karna sudah sekitar 15 thn saya keluar dari kota jayapura. saya senang ada yang mau perduli dengan keindahan kota jayapura.

joko on

pertengahan Oktober 2010 saya ada rencana ke Jayapura, kepikiran apakah bisa saya menyeberang ke perbatasan hanya untuk jalan jalan di vanimo?

Alamnusantaratour on

Dear. Traveler,
Let's find you vacation/Holiday in Sulawesi one of fantastic Island in Indonesia.
Visit us at www.alamnusantaratour.com

thessa on

pulau asey

boy permana on

jayapura kota penuh kenangan walau saya hanya tinggal selama 3 tahun

asgar rahman on

kota jaya pura menyimpan banyak sekali kenangan bagi saya,dan tdk bisa kulupakan sampai kapanpun,walaupun hanya dua tahun tp sangat berarti bg hidupku, di kota ini saya mulai bs mempelajari apa sebenarnya merantau dan apa sebenarnya kemandirian itu.than'k you kota jayapura,

Adolf Isaac Deda on

Jayapura is my hometown...Even though I have been living in Bali for 15 years, but I am proud of this city...Thanks.

indra on

jayapura yang selalu...

www.viccasera.com
event organizer jayapura

monika ida. on

walaupun hanya sekali kesana, namun aku kagum padanya dan ingin kembali lagi kesana..

Kel. A. Ganefo Malang Jawa Timur on

Kami sangat terkesan dengan keindahan kota Jayapura, banyak wisata di tengah kota.Masyarakatnya yang ramah - ramah membuat kami betah tinggal di Jayapura.Hanya beberapa pantai yang kami kunjungi,terutama Pantai Hamadi yang tiap sore kami kunjungi,wisata pasar tradisional Hamadi yang bersih,dan wisata KOLAM PANCING KOYA ,keindahannya begitu memukau.Sayang kami hanya bisa menikmati keindahan Jayapura Papua hanya 1 (satu ) minggu.Andai libur panjang dan ada rezeki kami ingin kembali mengunjungi Kota jayapura Papua sekalian menjenguk anak kami yang bertugas di Jayapura Papua.

Add Comment

Use this image in your site

Copy and paste this html: