Jeju Island
Trip Start
Oct 02, 2011
1
7
8
Trip End
Oct 18, 2011
Where I stayed
Jeju Hiking Inn
Day 9
Pagi ini saya mengucapkan selamat tinggal kepada Pawel yang masih setengah sadar di kamar hotel karena saya akan naik bus kembali ke Busan jam 11 siang dari Gyeongju. Perjalanan Gyeongju-Busan hari ini lebih cepat dari sebelumnya, hanya sekitar 45 menit saja dan bus sudah memasuki terminal bus di Nopo-dong, Busan. Dari Nopo-dong saya naik subway ke Seomyeon lalu transfer ke Line 2 menuju Sasang station sebab disana tersedia airport train ke Gimhae Airport Busan.
Pesawat saya menuju Jeju akan depart jam 4 sore dan memakan waktu 1 jam saja untuk sampai ke Jeju Island. Tiket pesawat Jeju Air destinasi Busan-Jeju sudah saya beli secara online sebelum saya ke Korea dengan harga 40.000 won/Rp.320.000 one way.
Sesampainya di Jeju Airport, saya mengambil brosur peta dan informasi mengenai Jeju Island di tourist information counter. Untuk menuju daerah Seogwipo yang terletak di selatan pulau, saya naik Airport Limousine bus yang menunggu di luar airport, tiketnya seharga 5.000 won/Rp.40.000. Perjalanan dari Jeju-Si, kota tempat Jeju airport berada dengan Seogwipo ditempuh dengan bus selama 1 jam setengah. Sebelum masuk ke Seogwipo, bus akan berhenti di beberapa tempat seperti kompleks hotel-hotel mewah sepert Lotte Hotel dan Silla Hotel, juga Teddy Bear Museum di Jeju.
Sampai di Seogwipo, tepatnya di depan hotel Sunbeach Hotel yang merupakan terminal terakhir airport limousine bus, saya pun turun dan berjalan selama 2 menit ke Jeju Hiking Inn, hostel tempat tinggal saya selama di Jeju Island.
Di Jeju Hiking Inn saya disambut oleh ibu yang bekerja di resepsionis hostel. Hostel ini fasilitasnya lumayan lengkap seperti free internet, kitchen, free telephone menggunakan skype dan lokasinya cukup dekat ke laut.
Website Jeju Hiking Inn : http://www.hikinginn.com/
Malamnya saya jalan-jalan di sekitar Seogwipo dan mencari makanan dengan harga yang murah disana.
Day 10
Hari ini saya mendapat kawan baru dari Taiwan, namanya Lee. Begitu saya membuka pintu kamar, dia menanyakan apakah saya membawa hair dryer. Waduh, sisir aja ga bawa apalagi hair dryer. Hehehe.. Setelah berbincang, ternyata Lee datang ke Jeju untuk menghadiri konferensi dokter hewan sedunia yang diadakan di Lotte Hotel Jeju. Tapi konferensi baru dimulai esok hari jadi dia punya satu hari untuk jalan-jalan sekitar pulau. Kami lalu sepakat untuk menyewa motor untuk berkeliling pulau bersama.
Sebelum pergi ke tempat sewa motor, kami mengunjungi Choenjiyeon Waterfall yang lokasinya tidak jauh dari hostel kami. Air terjun ini berada di dekat pantai. Ada tiket masuk seharga 2.000 won/Rp.16.000. Dari Choenjiyeon Waterfall kami berjalan ke dermaga ferry yang disana terdapat jembatan yang cukup menarik.
Di Jeju Island ada yang dinamakan Jeju Olle yaitu jalur untuk hiking/berjalan kaki menyusuri pantai atau tempat-tempat menarik di pulau itu. Hostel kami berdekatan dengan rute olle ke 7 dan 8. Keseluruhan ada 13 olle rute di Jeju yang rata-rata panjangnya sekitar 15-17 km tiap rutenya. Buat yang suka hiking, Jeju Olle tentunya sangat menarik dan kita bisa memilih rute mana yang akan ditempuh.
Untuk informasi Jeju Olle dan rute-rutenya : http://visitkorea.or.kr/enu/SI/SI_EN_3_4_12_13.jsp
Jeju Island adalah pulau di sebelah selatan semenanjung Korea. Di tengah pulau ini terdapat gunung berapi Hallasan dan juga Hallasan National Park. Jeju Island merupakan pulau yang sangat dipromosikan Pemerintah Korea sebagai tujuan wisata karena memiliki panorama yang indah.
Untuk mencapai tempat penyewaan motor, kami harus naik taxi menuju area Jeongbang Waterfall, sebuah air terjun yang airnya langsung menuju ke laut lepas. Setelah beberapa kali bertanya kepada penduduk local, akhirnya saya dan Lee menemukan tempat sewa motor yang di dalamnya tidak ada siapa-siapa alias kosong. Kami menunggu selama beberapa waktu dan akhirnya pemilik sewa motor ini datang juga. Dia bertanya apakah kami punya international driving license yang menjadi syarat utama sewa motor di Jeju Island. Beruntung Lee memiliki SIM Internasional itu dan kami pun menyewa motor seharga 15.000 won/Rp.120.000 per 12 jam.
Dengan menaiki motor, kami lebih leluasa untuk berkeliling pulau. Tujuan kami hari itu adalah Seongsan Ilchulbong/Sunrise Peak yang terletak di ujung timur pulau. Lama juga kami naik motor menuju kesana, sekitar 1 jam lebih. Jalanan di Jeju Island relative sepi dan kondisi jalannya terawatt dengan baik. Di jalan utama nomer 1132 yang kami lewati, banyak terdapat toko-toko yang menjual jeruk Jeju yang terkenal manis itu. Karena bosan melihat pemandangan jalan utama 1132 yang lurus-lurus saja, saya dan Lee memutuskan untuk berbelok ke kanan jalan menuju shore road atau jalan yang menyusuri pantai. Pemandangan di shore road ini sangat indah karena kita bisa melihat Laut China Timur sambil mengendarai motor.
Di tengah perjalanan Lee mengajak saya untuk makan di warung tepi pantai yang menjual makanan seafood. Tapi yang dijual disini bukan seafood biasa, melainkan siput laut dan cumi kering. Beberapa pengunjung lain memakan siput itu mentah-mentah, tapi saya lebih memilih untuk makan siput itu setelah dibakar. Rasanya lumayan juga, seperti makan ati ampela ayam dengan citarasa seafood. Lee dengan lahap memakan siput itu mentah-mentah.
Akhirnya kami sampai juga di Seongsan Ilchulbong, yang dari jauh seperti mangkok raksasa di ujung pulau. Disebut sunrise peak karena tiap hari pada saat matahari terbit, dari semua tempat di Korea disinilah pertama kali matahari akan terlihat. Agar bisa mencapai puncaknya, pengunjung harus naik tangga yang cukup curam dan sangat menanjak selama sekitar 45 menit. Di pintu masuk banyak dijual souvenir khas Jeju seperti coklat jeruk dan gantungan kunci. Ada tiket masuk ke tempat ini seharga 2.000 won/Rp.16.000.
Melihat orang-orang yang baru turun dari puncak, mukanya terlihat sangat penat dan baju basah akibat keringat. Saya dan Lee beberapa kali beristirahat dan berfoto karena pemandangan ke arah pulau Jeju memang sangat bagus ditambah cuaca yang cerah sore itu. Naik tangga ke puncak Seongsan Ilchulbong mengingatkan saya akan naik tangga ke puncak view point di Phi Phi Island, tapi saya yakin di puncak sana pemandangannya pasti sangat indah.
Benar saja, sampai di puncak terlihat laut lepas dan pemandangan kea rah Jeju Island. Di puncak ada padang rumput berbentuk bulat yang cukup luas. Sesekali melintas helikopter di atas kami yang tersedia untuk pengunjung yang mau menikmati pemandangan dari ketinggian. Setelah puas berfoto dan tentunya beristirahat di puncak, kami lalu turun kembali dan membeli suvenir di pintu masuk sunrise peak.
Di perjalanan pulang, kami berhenti untuk membeli jeruk Jeju yang terkenal itu dan mencobanya. Rasanya memang manis sekali, seperti jeruk sunkist tapi ada campuran rasa citrun juga. Setelah mengembalikan motor, kami lalu berjalan-jalan di pasar ikan Seogwipo sebelum pulang ke hostel. Malam itu saya bertemu lagi dengan Fairus dan Kak Salina yang baru sampai dari Busan sore harinya. Saya juga mendapat kabar bahwa Dez, satu lagi kawan kami dari Singapore baru sampai di Seoul. Rencananya Dez akan bergabung dengan kami dari awal tapi karena ibunya tiba-tiba sakit, dia baru bisa bergabung beberapa hari saja dengan kami.
Day 11
Wow Jeju Island diguyur hujan lebat dari pagi. Saat saya bangun dan melihat jendela, hujan yang stabil terus mengguyur pulau ini. Saya pun berpikir cepat dan memutuskan untuk kembali ke Seoul hari ini, sehari lebih awal dari rencana sebelumnya. Sebelumnya saya berencana menyewa sepeda dan berkeliling pulau dengan bersepeda, namun karena cuaca tidak memungkinkan dan daripada saya membuang waktu di hotel, lebih baik saya pergi ke airport dan kembali ke Seoul.
Dengan sedikit basah kuyup saya sampai di terminal bus Seogwipo dengan berjalan kaki dari hostel. Di perjalanan menuju airport, ternyata hampir seluruh pulau memang diguyur hujan.
Sampai di Jeju Airport, saya mencari Jeju Air counter dan ingin merubah flight saya jadi hari ini. Petugas di counter itu bilang flight hari ini semua fully booked karena banyak rombongan hiking atau anak-anak sekolah yang mau pulang ke Seoul. Seorang petugas Jeju Air yang sangat baik hati bernama Woo membantu saya dengan menawarkan masuk ke dalam waiting list penerbangan jam 2 siang, tapi dia tidak bisa menjanjikan apa-apa. Sekitar jam 1 siang saya kembali ke counter Jeju Air dan Woo bilang bahwa tidak ada penumpang lain yang cancel dan berarti saya harus menunggu lagi penerbangan selanjutnya jam 5 sore.
Daripada kembali ke hostel akhirnya saya menunggu lagi di Jeju Airport sampai jam 4 sore. Setelah menunggu lama dan Woo menelfon kesana kemari, tiba-tiba dia berkata "Ok, you can go to Seoul now” Alhamdulillah.. Thank you, Woo!!
Begitu masuk pesawat dan duduk di tempat duduk paling belakang pesawat, memang betul penumpang pesawat sangat penuh, tidak ada satu pun tempat duduk yang kosong. 1 jam kemudian pesawat Jeju Air sampai di Gimpo Airport, bandara lama Seoul yang sekarang banyak melayani penerbangan domestik di Korea.
Dengan menggunakan subway, saya kembali ke Windroad Guesthouse dan bertemu dengan Dez disana.
Pagi ini saya mengucapkan selamat tinggal kepada Pawel yang masih setengah sadar di kamar hotel karena saya akan naik bus kembali ke Busan jam 11 siang dari Gyeongju. Perjalanan Gyeongju-Busan hari ini lebih cepat dari sebelumnya, hanya sekitar 45 menit saja dan bus sudah memasuki terminal bus di Nopo-dong, Busan. Dari Nopo-dong saya naik subway ke Seomyeon lalu transfer ke Line 2 menuju Sasang station sebab disana tersedia airport train ke Gimhae Airport Busan.
Pesawat saya menuju Jeju akan depart jam 4 sore dan memakan waktu 1 jam saja untuk sampai ke Jeju Island. Tiket pesawat Jeju Air destinasi Busan-Jeju sudah saya beli secara online sebelum saya ke Korea dengan harga 40.000 won/Rp.320.000 one way.
Sesampainya di Jeju Airport, saya mengambil brosur peta dan informasi mengenai Jeju Island di tourist information counter. Untuk menuju daerah Seogwipo yang terletak di selatan pulau, saya naik Airport Limousine bus yang menunggu di luar airport, tiketnya seharga 5.000 won/Rp.40.000. Perjalanan dari Jeju-Si, kota tempat Jeju airport berada dengan Seogwipo ditempuh dengan bus selama 1 jam setengah. Sebelum masuk ke Seogwipo, bus akan berhenti di beberapa tempat seperti kompleks hotel-hotel mewah sepert Lotte Hotel dan Silla Hotel, juga Teddy Bear Museum di Jeju.
Sampai di Seogwipo, tepatnya di depan hotel Sunbeach Hotel yang merupakan terminal terakhir airport limousine bus, saya pun turun dan berjalan selama 2 menit ke Jeju Hiking Inn, hostel tempat tinggal saya selama di Jeju Island.
Di Jeju Hiking Inn saya disambut oleh ibu yang bekerja di resepsionis hostel. Hostel ini fasilitasnya lumayan lengkap seperti free internet, kitchen, free telephone menggunakan skype dan lokasinya cukup dekat ke laut.
Website Jeju Hiking Inn : http://www.hikinginn.com/
Malamnya saya jalan-jalan di sekitar Seogwipo dan mencari makanan dengan harga yang murah disana.
Day 10
Hari ini saya mendapat kawan baru dari Taiwan, namanya Lee. Begitu saya membuka pintu kamar, dia menanyakan apakah saya membawa hair dryer. Waduh, sisir aja ga bawa apalagi hair dryer. Hehehe.. Setelah berbincang, ternyata Lee datang ke Jeju untuk menghadiri konferensi dokter hewan sedunia yang diadakan di Lotte Hotel Jeju. Tapi konferensi baru dimulai esok hari jadi dia punya satu hari untuk jalan-jalan sekitar pulau. Kami lalu sepakat untuk menyewa motor untuk berkeliling pulau bersama.
Sebelum pergi ke tempat sewa motor, kami mengunjungi Choenjiyeon Waterfall yang lokasinya tidak jauh dari hostel kami. Air terjun ini berada di dekat pantai. Ada tiket masuk seharga 2.000 won/Rp.16.000. Dari Choenjiyeon Waterfall kami berjalan ke dermaga ferry yang disana terdapat jembatan yang cukup menarik.
Di Jeju Island ada yang dinamakan Jeju Olle yaitu jalur untuk hiking/berjalan kaki menyusuri pantai atau tempat-tempat menarik di pulau itu. Hostel kami berdekatan dengan rute olle ke 7 dan 8. Keseluruhan ada 13 olle rute di Jeju yang rata-rata panjangnya sekitar 15-17 km tiap rutenya. Buat yang suka hiking, Jeju Olle tentunya sangat menarik dan kita bisa memilih rute mana yang akan ditempuh.
Untuk informasi Jeju Olle dan rute-rutenya : http://visitkorea.or.kr/enu/SI/SI_EN_3_4_12_13.jsp
Jeju Island adalah pulau di sebelah selatan semenanjung Korea. Di tengah pulau ini terdapat gunung berapi Hallasan dan juga Hallasan National Park. Jeju Island merupakan pulau yang sangat dipromosikan Pemerintah Korea sebagai tujuan wisata karena memiliki panorama yang indah.
Untuk mencapai tempat penyewaan motor, kami harus naik taxi menuju area Jeongbang Waterfall, sebuah air terjun yang airnya langsung menuju ke laut lepas. Setelah beberapa kali bertanya kepada penduduk local, akhirnya saya dan Lee menemukan tempat sewa motor yang di dalamnya tidak ada siapa-siapa alias kosong. Kami menunggu selama beberapa waktu dan akhirnya pemilik sewa motor ini datang juga. Dia bertanya apakah kami punya international driving license yang menjadi syarat utama sewa motor di Jeju Island. Beruntung Lee memiliki SIM Internasional itu dan kami pun menyewa motor seharga 15.000 won/Rp.120.000 per 12 jam.
Dengan menaiki motor, kami lebih leluasa untuk berkeliling pulau. Tujuan kami hari itu adalah Seongsan Ilchulbong/Sunrise Peak yang terletak di ujung timur pulau. Lama juga kami naik motor menuju kesana, sekitar 1 jam lebih. Jalanan di Jeju Island relative sepi dan kondisi jalannya terawatt dengan baik. Di jalan utama nomer 1132 yang kami lewati, banyak terdapat toko-toko yang menjual jeruk Jeju yang terkenal manis itu. Karena bosan melihat pemandangan jalan utama 1132 yang lurus-lurus saja, saya dan Lee memutuskan untuk berbelok ke kanan jalan menuju shore road atau jalan yang menyusuri pantai. Pemandangan di shore road ini sangat indah karena kita bisa melihat Laut China Timur sambil mengendarai motor.
Di tengah perjalanan Lee mengajak saya untuk makan di warung tepi pantai yang menjual makanan seafood. Tapi yang dijual disini bukan seafood biasa, melainkan siput laut dan cumi kering. Beberapa pengunjung lain memakan siput itu mentah-mentah, tapi saya lebih memilih untuk makan siput itu setelah dibakar. Rasanya lumayan juga, seperti makan ati ampela ayam dengan citarasa seafood. Lee dengan lahap memakan siput itu mentah-mentah.
Akhirnya kami sampai juga di Seongsan Ilchulbong, yang dari jauh seperti mangkok raksasa di ujung pulau. Disebut sunrise peak karena tiap hari pada saat matahari terbit, dari semua tempat di Korea disinilah pertama kali matahari akan terlihat. Agar bisa mencapai puncaknya, pengunjung harus naik tangga yang cukup curam dan sangat menanjak selama sekitar 45 menit. Di pintu masuk banyak dijual souvenir khas Jeju seperti coklat jeruk dan gantungan kunci. Ada tiket masuk ke tempat ini seharga 2.000 won/Rp.16.000.
Melihat orang-orang yang baru turun dari puncak, mukanya terlihat sangat penat dan baju basah akibat keringat. Saya dan Lee beberapa kali beristirahat dan berfoto karena pemandangan ke arah pulau Jeju memang sangat bagus ditambah cuaca yang cerah sore itu. Naik tangga ke puncak Seongsan Ilchulbong mengingatkan saya akan naik tangga ke puncak view point di Phi Phi Island, tapi saya yakin di puncak sana pemandangannya pasti sangat indah.
Benar saja, sampai di puncak terlihat laut lepas dan pemandangan kea rah Jeju Island. Di puncak ada padang rumput berbentuk bulat yang cukup luas. Sesekali melintas helikopter di atas kami yang tersedia untuk pengunjung yang mau menikmati pemandangan dari ketinggian. Setelah puas berfoto dan tentunya beristirahat di puncak, kami lalu turun kembali dan membeli suvenir di pintu masuk sunrise peak.
Di perjalanan pulang, kami berhenti untuk membeli jeruk Jeju yang terkenal itu dan mencobanya. Rasanya memang manis sekali, seperti jeruk sunkist tapi ada campuran rasa citrun juga. Setelah mengembalikan motor, kami lalu berjalan-jalan di pasar ikan Seogwipo sebelum pulang ke hostel. Malam itu saya bertemu lagi dengan Fairus dan Kak Salina yang baru sampai dari Busan sore harinya. Saya juga mendapat kabar bahwa Dez, satu lagi kawan kami dari Singapore baru sampai di Seoul. Rencananya Dez akan bergabung dengan kami dari awal tapi karena ibunya tiba-tiba sakit, dia baru bisa bergabung beberapa hari saja dengan kami.
Day 11
Wow Jeju Island diguyur hujan lebat dari pagi. Saat saya bangun dan melihat jendela, hujan yang stabil terus mengguyur pulau ini. Saya pun berpikir cepat dan memutuskan untuk kembali ke Seoul hari ini, sehari lebih awal dari rencana sebelumnya. Sebelumnya saya berencana menyewa sepeda dan berkeliling pulau dengan bersepeda, namun karena cuaca tidak memungkinkan dan daripada saya membuang waktu di hotel, lebih baik saya pergi ke airport dan kembali ke Seoul.
Dengan sedikit basah kuyup saya sampai di terminal bus Seogwipo dengan berjalan kaki dari hostel. Di perjalanan menuju airport, ternyata hampir seluruh pulau memang diguyur hujan.
Sampai di Jeju Airport, saya mencari Jeju Air counter dan ingin merubah flight saya jadi hari ini. Petugas di counter itu bilang flight hari ini semua fully booked karena banyak rombongan hiking atau anak-anak sekolah yang mau pulang ke Seoul. Seorang petugas Jeju Air yang sangat baik hati bernama Woo membantu saya dengan menawarkan masuk ke dalam waiting list penerbangan jam 2 siang, tapi dia tidak bisa menjanjikan apa-apa. Sekitar jam 1 siang saya kembali ke counter Jeju Air dan Woo bilang bahwa tidak ada penumpang lain yang cancel dan berarti saya harus menunggu lagi penerbangan selanjutnya jam 5 sore.
Daripada kembali ke hostel akhirnya saya menunggu lagi di Jeju Airport sampai jam 4 sore. Setelah menunggu lama dan Woo menelfon kesana kemari, tiba-tiba dia berkata "Ok, you can go to Seoul now” Alhamdulillah.. Thank you, Woo!!
Begitu masuk pesawat dan duduk di tempat duduk paling belakang pesawat, memang betul penumpang pesawat sangat penuh, tidak ada satu pun tempat duduk yang kosong. 1 jam kemudian pesawat Jeju Air sampai di Gimpo Airport, bandara lama Seoul yang sekarang banyak melayani penerbangan domestik di Korea.
Dengan menggunakan subway, saya kembali ke Windroad Guesthouse dan bertemu dengan Dez disana.



Comments
pak...saya mau tanya..
untuk pembelian tiket ke jeju menggunakan jeju air apakah bapak beli pada saat di korea atau bisa di beli di indonesia..?
oyha setelah saya baca lagi ternyata bapak beli sblm ke korea ya..hehe..
itu gimana ya pak pembelian secara online?apakah harus daftar jadi member di jeju air???
Ya, saya membeli tiket Jeju Air dari Busan ke Jeju di Indonesia sebelum berangkat kesana. Tapi tiket pulang dari Jeju ke Seoul beli di Busan sebelum take off menuju Jeju.
Beli online melalui www.jejuair.net dan bisa register sebagai member. Mudah saja untuk registrasi member jejuair.net cukup melengkapi identitas di form pendaftaran.
Wah, catatan perjalanannya seru banget. Jadi pengen ke sana juga... makasih ya sudah sharing pengalamannya... :)
안녕하세요
Mas, salam kenal..
saya lagi bikin itinerary buat ke korea, boleh tanya2 melalui email ga?
Salam kenal juga, boleh mba silakan email aja yaa..
hmm emailnya apaan yak? hehe
saya lagi nyusun itinerary buat ke korea bulan mei
Pak mau nanya untuk beli tiket jeju air, pembayarannya lewat apa yah? saya coba pake kartu kredit kok gagal terus ya?
Trus pas di jeju, untuk pergi dari satu tempat ke tempat lain harus pake apa yah? ktanya transport susah yah disana?
Waktu itu saya pembayarannya langsung pake credit card di website jeju air. Sebelum kita beli tiket, kita mesti register dulu sebagai member jeju air, mudah koq.. Nah setelah register, baru dilanjutkan ke proses pembelian tiketnya.
mas, bisa minta emailnya? saya rencana ke Korea selatan bulan januari. ada beberapa hal yg saya akan tanyakan
Maaf, bukan januari, tapi Agustus 2012 ini, mas...thanks ya
saya mau tanya pak,,,
1. saya sudah berusaha menjadi member jeju air, tetapi satelah saya isi form nya,, tetep tidak bisa... malah selalu disuruh mengisi Nama di kolom yg kosong padahal semuanya sudah saya tulis..
2. boleh saya minta saran untuk membuat itenerary ke korea-jeju pada bulan oktober 2012?
terima kasih
Waduh jangan manggil pak, saya masih 29 tahun hehehehe..
Kalo yg Jeju Air itu coba di refresh page nya dan ditulis lagi data2nya.
Boleh, nanti saya bantu itinerarynya, email aja ke amirseun@yahoo.com
Hai kak,,,saya mau tanya, saya coba beli tiket JejuAir tapi tidak bisa melakukan pembayaran kenapa ya? Padahal saya sudah mengikuti step-step yang diminta, waktu saya mau transaksi disarankan pake IE dan sudah saya coba malah tidak bisa klik tombol NEXT untuk proses payment..Thanks.
@cristina: aku juga bernasib sama dengan kamu.. tetapi saya mencobanya tengah malam. saya menjadi JJ club terlebih dahulu.
@deva..saya sudah join juga..setelah saya join, saat akan membeli tiket, saya dianjurkan untuk pakai IE (krn saya akses pakai Firefox), messagenya seperti ini:
" Payment cannot be processed in this web browser.
Please use Internet Explorer to browse the web.
Sorry for the inconvenience."
Saya coba pakai IE, muncul step-step yang harus saya lakukan juga supaya bisa melakukan pembayaran. Saya sudah coba pun tapi tetap gak bisa klik tombol Next untuk "payment"..:(
@cristina: Krn aku bayar pake internet explore dan active controlnya aku aktifin dan pop up nya aku enable in.
Krn itu bagian konfirmasi kartu kredit bs keluar
coba deh,,
btw, kapan kamu perginya?
@deva..cara active controlnya dan pop up nya enable in bagaimana ya? Saya sudah lakukan tapi gak tau juga benar apa engga? saya pakainya IE ver 9..bisa info2 caranya ga?Thanks :)
saya perginya bulan oktober.
IE tipe km sih hrs nya bisa kok,,
pas mw payment itu kan bakal muncul IE baru dan ada tulisan yg bloknya d warnain kuning bagian atas nah mgkn aja dy mnt kw instal software yg km blm ada di komputer kamu n install aja.. n ada top up bagian kuning itu (aq lupa klik kanan atau kiri bagian mouse)..
susah juga si klo bia email gini.. klo ga coba kamu search di google bagaimana payment jeju air..
kamu rencana tanggal brpa? kebetulan aq dr bunsan k jeju bisa dpt harga awal tiket 18000 won dan setelah di tambah pajak n charge bandara menjadi 35000.
@deva..saya sudah melakukan itu juga sih...seharusnya sudah tidak masalah, karena kalau belum melakukan itu, kan akan di warning message lagi, tapi ini udah ga keluar..tetap gak bs...ntar saya coba lagi deh hahaha...thx infonya..
saya tgl 3 okt tp brangkat dari gimpo ke jeju :D
@cristina: coba tengah malam.. senang bisa membantu sesama pecinta travelling,, waah tanggal 3 Oktober aq baru berangkat dari indonesia nya,, :)
sudah ada penginapan? boleh minta reverensinya? hehee
@deva...di jeju saya tinggal di Goodstay December di pusat kota Jeju, menurut info dekat sama Jeju airport (7 menit naik taksi)...:)
Senangnya blog ini bisa jadi wadah diskusi traveler yg mau ke Jeju :)
Sekedar informasi, airport Jeju ada di utara pulau dan Seogwipo City dan museum Teddy Bear ada di selatan pulau. Jarak antara kedua kawasan itu sekitar 1 jam naik bus.
Tahun lalu saya juga kesana bulan Oktober, cuacanya nyaman. Siangnya suhu udara bisa mencapai 20 derajat Celcius, malemnya bisa sampai 8 derajat celcius.
Selamat berlibur..
mas, kemaren pake kartu kredit apa ya mas ? saya coba visa sama master card kok ngak bisa ya ? apa ada kebijakan baru di jeju air nya ya? waktu saya lakukan proses pembayaran, katanya "not enrolled in cardholder authentication service" sy mau pesan untuk bulan september rencana,.
Nanti kalo ke Korea ke Jeju ahh..
Blognya banyak membantu mas..
Sering-sering aja di update xixi
kak,mau tanya dunk kalau di jeju saya ambil hotel di airport, nanti ke tempat wisatanya kejauhan tidak? jeju kan tempat wisata nya terbagi east dan west kalau dari airport ke east dan airport ke west masing-masing jarah tempuhnya berapa jam ya? dan selama di jeju kalau naik bus mudahh tidak? thx ya info nya
Hotel di airport boleh juga mba, dari area airport ke tempat wisata di selatan seperti teddy bear museum sekitar 1-1.5 jam naik bus, ke timur seperti sunrise peak sekitar 1 jam juga. Bus mudah didapatkan di Jeju. Selain di area airport, hotel banyak terdapat di Seogwipo area di selatan pulau, dimana banyak terdapat jalur hiking (olle) yg terkenal.
mas..nanya dunk,.. untuk hostel or hotel budget yg recommended di jeju apa ya? :) klo awa sept suhu n cuacanya gmn ya mas? lg bingung neh.. mo nginep didaerah jeju si or seogwipo :) thanks in advance ya
oh iya 1 more mas :) rencana sy 3 hari 2 malam di jeju (2 hari optimal untuk city tournya) ..boleh minta suggestion untuk itinerarynya....pls helppp :) if can email me yahhh hehe venny_ng868@yahoo.com tq so so so much
Ke Jeju supaya puas enaknya berapa hari? kalo 3 malam gimana?
@bawangijo : 3 malam cukup banget buat explore Jeju Island
@venny : waktu itu saya nginep di jeju hiking inn. Awal september cuaca belum terlalu dingin, dari summer mau masuk autumn.
Jeju si deket ke airport, kalo di seogwipo deket ke tempat-tempat wisatanya
@venny : boleh, email aja itenerarynya ke amirseun@yahoo.com nanti saya coba bantu masukannya..
kak saya mau tanya
saya sudah coba booking jeju air mngunakan kartu krerdit visa BNI tapi selalu gagal katanya kartu saya invalid karna tidak termasuk dalam 3D secure..itu maksudnya apa ya ka
saya tanya pihak bank mereka juga tidak mengerti..
terimakasih ka
@novi, kalau mau byr pake kartu kredit jangan yang bank lokal mungkin gak bisa...kemarin saya coba Citibank aja (bank luar) juga gak bisa..Setelah coba HSBC ternyata berhasillll..hehehe..
@cristina..iya BNI ga gaul...hehehe
alhamdulillah aku dah dapat tiketnya naik easterjet...harganyapun sama dngan jejuair...sesuatu ya...