Nami Island, land of Winter Sonata

Trip Start Oct 02, 2011
1
3
8
Trip End Oct 18, 2011


Loading Map
Map your own trip!
Map Options
Show trip route
Hide lines
shadow

Flag of Korea Rep.  , Gangwon,
Friday, October 7, 2011

Day 4

Nami Island

Lagi-lagi hari ini saya bangun siang.. Hehehe.. Yang berakibat saya harus jalan-jalan sendiri karena Fairus dan Kak Salina sudah lebih dulu menuju Nami Island. It's a holiday anyway, tidur harus cukup untuk menjaga stamina buat jalan-jalan.

Sekitar jam 9 pagi saat saya bangun, kamar dormitory 101 Windroad Guesthouse kedatangan tamu baru setelah sebelumnya saya tidur sendiri di kamar dengan 6 kasur ini. Perkenalkan teman baru saya dari Polandia, namanya Pawel Janeczek. Dia baru sampai jam 5 pagi tadi setelah menempuh perjalanan jauh dari Eropa dan setelah berbincang ternyata kami berdua mempunyai hobi yang sama yaitu sepakbola!! Hahaha...

Pawel yang pernah 3 tahun bekerja di Barcelona banyak bercerita pengalamannya tentang sepakbola Eropa dan Barca tentunya. Dan waktu saya bilang saya juga suka nonton Barca (saya bilang "Barka”), Pawel bilang ”It’s not Barka, It’s Barsa in Catalan language” Ok Pawel thanks for info!!

Pawel tiba-tiba mengeluarkan jersey tim nasional Polandia dan dia bilang malam ini ada friendly match antara Polandia vs Korea Selatan di Seoul World Cup Stadium. Dan kami pun akhirnya janjian ketemuan malam ini di Seoul World Cup Stadium. Yesss, akhirnya keinginan saya buat nonton bola di Korea tercapai juga, setelah sebelumnya berniat nonton Korean League di Busan atau Incheon.

Hari itu kamar 101 juga kedatangan 2 tamu baru asal Malaysia, Fiza dan Kusha yang baru sampai setelah berkeliling ke Busan dan berencana hiking di Mount Sorak. Mereka banyak memberi informasi kepada saya tentang Busan yang jadi kota tujuan saya setelah Seoul. Hal ini yang saya sukai dalam traveling dan stay di dormitory, berjumpa dengan backpackers lain dan punya visi yang sama serta saling membantu dalam berbagi informasi traveling. J

Hari ini saya mengunjungi Nami Island, yang terkenal karena drama Winter Sonata. Sebenarnya saya tidak begitu mendalami cerita Winter Sonata, tapi yang pasti drama itu terkenal banget sampai ke seluruh dunia.

Perjalanan ke Nami Island bisa ditempuh dengan 2 moda transportasi yaitu bus dari Insadong ke Nami Island atau berpetualang naik subway dengan beberapa kali transfer. Saya memilih naik subway biar dapat pengalaman. Hehehe...

Rute subway ke Nami Island cukup panjang juga, rutenya seperti ini :

Hyehwa Station Line 4 --> transfer di Dongdaemun Station Line 1 --> transfer di Hoegi ke Line Kyeongchun --> Turun di Mangu Station --> Menuju Gapyeong Station.

Dari Gapyeong Station, saya naik taxi yang berjejer di depan station menuju dermaga ferry yang akan mengantar saya menyeberang ke Nami Island. Biaya taxi sekitar 2500 won / Rp.20.000.

Tiket masuk sekaligus ferry ke Nami Island harganya 8.000 won / Rp.64.000. Nami Island adalah pulau kecil yang ada di tengah sungai Bukhangang. Sekitar 20 menit di atas ferry, saya pun sampai di Nami Island.

Selain dicapai dengan ferry, kita bisa naik flying fox ke Nami Island, tapi harganya cukup mahal sekitar Rp.250.000 sekali jalan dan ini adalah flying fox tertinggi dan terpanjang yang pernah saya lihat.

Nama Nami Island diambil dari nama seorang jenderal pada masa King Joseon, yang meninggal pada umur 28 tahun dan difitnah karena disangka memberontak kepada raja pada saat itu.

Begitu sampai di Nami Island, suasannya romantis sekali, wajar kalau Winter Sonata dan beberapa drama Korea mengambil setting disana. Pulau kecil yang rata-rata dikunjungi 1,5 juta turis setiap tahunnya ini dihiasi pepohonan tinggi yang tertata rapi dan menjadi trademark Nami Island. Di tengah pulau ada pameran foto yang memasang gambar Nami Island dalam 4 musim yang berbeda.

Saya memutuskan untuk menyewa sepeda supaya bisa berkeliling pulau lebih cepat. Harga sewa sepeda lumayan mahal, 5000 won untuk 90 menit atau sekitar Rp.40.000, tapi dengan bersepeda saya bisa explore pulau ini dengan menyingkat waktu. Sekitar 30 menit adalah waktu yang diperlukan untuk berkeliling pulau dengan sepeda. Di pinggir pulau banyak pasangan yang duduk-duduk berdua, lagi-lagi romantis sekali orang Korea ini. Wajar kalau drama Korea menghasilkan banyak adegan yang romantis, karena alam di Korea sangat mendukung keromantisan tersebut. Hehehe...

Selesai bersepeda, saya mencari makan di food center yang ada di tengah pulau. Tidak terlalu banyak pilihan makanan dan harganya relatif mahal. Saya makan udon di salah satu restoran Jepang disana.

Selain sepeda, tesedia juga mobil kecil untuk tour keliling pulau. Dan di lapangan-lapangannya banyak diadakan gathering untuk anak-anak sekolah dan remaja.

Setelah 3 jam saya berada di pulau ini, waktunya melanjutkan perjalanan menuju Seoul World Cup Stadium untuk nonton pertandingan antara Korea Selatan vs Polandia. Perjalanan lumayan jauh karena Nami Island berjarak sekitar 2 jam perjalanan di luar kota Seoul.
Slideshow

Comments

tika on

wah..sangat menarik..tapi q bngung ne mw ksna sndri t tkut tersesat...kira"dari incheon ke nami naik apa y yang gampang???

tika on

oh y,,dsna jg ad pngnapan yg murah?/

amirseun
amirseun on

Dari Incheon ke Nami bisa naik subway, turun di Gapyeong Station dan lanjut naik taxi.

Penginapan yang murah ada juga, silakan dibaca entry sebelumnya "Seoul, Capital of Korea" di entry itu ada info buat penginapan murah :)

umi on

eh mau tanya, ini tanggal berapa ya oktobernya? kok pohon yang di nami island belum coklat? hiks... aku udah punya tiket untuk 5-15 okt 2012, berarti belum coklat ya entar....

amirseun
amirseun on

kesana tanggal segituan juga. awal oktober. hahahaha.. daunnya masih hijauuu. saya juga berharap daunnya udh warna kuning atau coklat. tapi tetep keren koq.. don't worry

Add Comment

Use this image in your site

Copy and paste this html: