Karangasem

Trip Start Jul 14, 2011
1
5
Trip End Jul 26, 2011


Loading Map
Map your own trip!
Map Options
Show trip route
Hide lines
shadow

Flag of Indonesia  , Bali,
Sunday, July 24, 2011

Day 12

Candidasa – Karangasem

Pagi-pagi pukul 6 saya sudah dijemput Made di hotel dan kami menuju Virgin Beach di Karangasem. Lokasi Virgin Beach ini cukup terpencil, kalau tidak diantar Made mungkin sulit bagi saya sendiri menemukannya. Belokan masuk ke pantai itu ada sebelum masuk ke kota Amlapura, ibukota Kabupaten Karangasem. Dari belokan tadi, mobil boleh masuk sampai sekitar 15 menit kami menjumpai tempat parkir mobil. Perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki melewati jalan setapak yang juga bisa dilalui motor. Setelah menuruni bukit, kami sampai di Virgin Beach yang sangat indah dan terpencil. Dibatasi dengan tebing karang di sebelah kiri dan kampung nelayan di ujung kanan, di pantai itu juga terdapat restoran dan cafe, tapi tidak ada hotel disana. Made lalu mengajak saya ke kampung nelayan kecil di Virgin Beach. Pagi hari para nelayan baru saja menyelesaikan pekerjaannya menangkap ikan pada malam hari dan kembali ke darat dengan membawa ikan segar. Kami membeli 15 ekor ikan tongkol seharga Rp.3.500 per ekor untuk dimasak secara tradisional di rumah Mas Made. Terlihat para nelayan dan warga kampung itu bergotong royong mengangkat perahu-perahu yang baru merapat ke pantai dan sebagai imbalannya mereka mendapat beberapa ekor ikan segar.

Dengan membawa ikan hasil tangkapan nelayan, kami kembali ke rumah keluarga Made di Desa Jasri, Karangasem.

Sesampainya di Desa Jasri, pemandangannya sangat asri dan didominasi sawah yang terletak di pinggir pantai. Di rumahnya, ayah dan ibu dari Made sudah menunggu anaknya yang baru mudik ini. Hasil tangkapan ikan tongkol segar langsung dimasak ibu Made dengan cara tradisional Bali untuk makan siang kami semua. Sebagian dimasak sup ikan dengan santan, sebagian digoreng pedas dan sisanya dibakar. Sambil menunggu makanan siap, Made mengajak saya berenang di kolam pemandian yang terletak tidak jauh dari rumahnya. Kolam ini airnya sangat jernih dan dalamnya sekitar 1-1,5 meter saja. Di sekelilingnya terdapat sawah yang baru saja dipanen. Setelah puas berendam, kami pun kembali ke rumah Made yang terletak di pinggir sungai itu dan kami makan siang dengan sajian ikan tongkol yang dimasak oleh ibu Made.

Sore harinya, Made mengajak saya mengunjungi Puri Agung Karangasem atau biasa diesbut Taman Sukasada Ujung yang dibangun dari tahun 1919 oleh Raja Karangasem terakhir, I Gusti Bagus Jelantik yang memerintah antara tahun 1909-1945. Puri ini dibuat untuk tempat peristirahatan raja dan juga diperuntukkan sebagai tempat menjamu tamu-tamu penting yang berkunjung ke Istana Kerajaan Karangasem. Suasana di puri sangat nyaman untuk dinikmati karena pemandangan ke selatan menghadap laut lepas yaitu selat Lombok  dan di sebelah utara terlihat Gunung Agung dikombinasi dengan hijaunya persawahan di sekitarnya. Kalau langit cerah, dari kejauhan kita juga bisa melihat Gunung Rinjani di Pulau Lombok. Malam itu saya menginap di rumah keluarga Made di Desa Jasri.

Day 13

Karangasem – Amlapura - Denpasar – Bandung

Pagi-pagi kami berangkat lagi ke Puri Agung Karangasem untuk melihat sunrise di atas Balai Kapal. Tempat ini terletak di atas bukit masih dalam kompleks puri, dahulu dipakai Raja Karangasem untuk melihat apakah ada kapal yang datang dari arah Selat Lombok. Setelah puas menikmati pemandangan kami meneruska perjalanan ke Amlapura, ibukota Kabupaten Karangasem untuk membeli sarapan sebelum pulang ke Denpasar. Sampai Denpasar, Made mengantar saya sampai Bandara Ngurah Rai dan pesawat saya sampai di Bandung sore harinya dengan selamat.
Slideshow Report as Spam

Use this image in your site

Copy and paste this html: