Krabi

Trip Start Mar 11, 2011
1
5
8
Trip End Mar 30, 2011


Loading Map
Map your own trip!
Map Options
Show trip route
Hide lines
shadow
Where I stayed
J Mansion

Flag of Thailand  , Krabi,
Saturday, March 19, 2011

Day 9 Langkawi-Satun-Krabi

Hari ini tujuan kami adalah menuju Krabi, Thailand. Dengan naik jetty ke Satun dan diteruskan dengan perjalanan darat menggunakan bus ke Ao Nang Beach, Krabi.
Jam 8 pagi saya sudah mencari taxi untuk pergi ke terminal jetty, alhamdulillah ada taxi yang sedang menunggu penumpang di hotel jadi dia langsung menelpon kawannya dan tak lama kemudian taxi itu datang. Kami membayar RM 24, harga yang sama seperti datang untuk dihantar ke jetty terminal Langkawi. Tiket Langkawi-Satun-Krabi seharga RM 74/Rp.210.000 sudah termasuk tiket jetty,tuk-tuk dan bus sampai ke Krabi town. Tiket dapat dibeli di counter tiket yang ada di dekat pintu keluar Langkawi jetty terminal. Jetty dari Langkawi menuju Satun, Thailand berangkat jam 9.30 pagi dan setelah menyelesaikan urusan imigrasi dan sarapan, kami pun naik jetty dan satu jam kemudian jetty sampai di Satun. Saya merubah waktu di jam saya sebab waktu Thailand sama dengan WIB. Sawadikaaaaaaaaapppp!!!! Welcome to Thailand!!!

Ada hal yang harus diperhatikan traveler saat memasuki Thailand. Tahun 2009 saat saya ke Bangkok dengan memakai pesawat terbang, visa tinggal di Thailand diberi 30 hari. Tapi saat saya masuk Thailand melalui Satun memakai jetty, visa hanya 15 hari saja. Untung saja petugas imigrasi di Satun mengingatkan saya, ”You have 15 days in Thailand” kalau lebih dari 15 hari, kita harus membayar sekitar Rp.300.000 per 7 hari di kantor imigrasi Thailand.
Di dermaga Satun, kami dijemput oleh petugas travel dan perjalanan dilanjutkan dengan tuk tuk menuju bus terminal di Satun. Bus menuju Krabi berangkat jam 12.15 jadi kami menunggu sekitar 1 jam di terminal bus. Bus yang kami tumpangi cukup nyaman dan penuh. Sekitar jam 3 sore, bus berhenti 15 menit di kota Trang dan akhirnya jam 5 sore bus sampai di terminal bus Krabi town. Saya dan Kakeru lalu naik tuk tuk seharga 100 Baht/Rp.30.000 per orang dengan 4 turis Eropa lainnya menuju Ao Nang Beach. Sekitar 30 menit perjalanan, tuk tuk akhirnya sampai di Ao Nang. Kami turun di tepi pantai dan langsung mencari penginapan.

Setelah membandingkan harga, akhirnya Kakeru dan saya sepakat untuk tidur di J Mansion dengan harga 500 Baht/Rp.150.000 per malam. Hotelnya bagus,bersih dan staff ramah. Tersedia juga wi-fi, room service, handuk, hot shower, cable tv dan jarak ke pantai hanya 3 menit berjalan kaki. Untuk info : http://www.jmansionaonang.com
Pemilik hotel ini adalah Mr.Big yang sangat ramah dan murah senyum. Di hotelnya dia juga menyediakan jasa tour and travel dan setelah berbincang ternyata Mr.Big adalah kawan dari Mba Puspita, pemilik Zackry Guest House di Langkawi. Mereka sudah berkawan lama dan begitu tahu saya kawan Mba Puspita dari Bandung, Mr.Big langsung memberi diskon untuk tour elephant trekking untuk keesokan harinya. Harga normal sekitar 800 baht, untuk kami hanya 500 Baht/Rp.150.000 saja.

Di Krabi, penduduknya mayoritas beragama Islam. Terlihat dengan banyaknya masjid disana. Malam itu kami makan malam di restoran dekat hotel dengan makanan seharga 50 Baht, nasi dengan ikan oyster sauce. Saya merasa sangat nyaman di Krabi karena penduduknya bersahabat dan murah senyum. Sebelum pulang, kami menyempatkan diri untuk Thai Massage seharga 250 baht/Rp.75.000 per jam. Menurut saya Thai Massage adalah salah satu massage terbaik selain Balinese Massage.

Day 10

Hari ini rencana saya hanya beristirahat di Krabi, tapi Kakeru ingin naik gajah, saya pun tertarik menemaninya untuk tour elephant trekking. Paginya kami jalan-jalan di pantai Ao Nang, di pantai itu ada banyak perahu yang bisa mengantar traveler ke pantai-pantai lain di Krabi. Jam 2 siang kami dijemput operator tour dan menuju elephant trekking yang berjarak 5 km dari hotel. Lokasinya ada di tengah hutan, jalur naik gajah ternyata melewati hutan belantara yang rimbun dan kami pun naik seekor gajah betina sambil dipandu seorang guide. Ini adalah pengalaman pertama saya naik gajah ke tengah hutan, sangat menarik. Di tengah jalan, gajah sering berhenti untuk makan dedaunan atau minum air sungai. Setengah perjalanan, hujan deras turun dan kami pun memakai jas hujan yang disediakan guide. Sekitar 1 jam mengitari hutan, elephant trekking berakhir dan kami menyantap buah-buahan yang disediakan. Sebetulnya setelah selesai elephant trekking, paket tour sudah termasuk melawati peternakan ikan lele tapi karena hujan, kami langsung pulang ke hotel dan beristirahat. Ikan lele yang saya temui di Krabi, bentuknya lebih besar dari di Indonesia, kurang lebih sekitar 4 kali ikan lele disini. Ikan lele raksasa.

Malamnya kami makan di tempat yang sama, nasi 50 baht dan saya menonton pertandingan sepakbola, Sunderland vs Liverpool di Irish Pub di depan hotel. Acara nonton bareng ini dihadiri oleh banyak suporter Liverpool asal Jerman. Malam itu Liverpool menang 2-0 lewat gol Kuyt & Suarez.


Slideshow

Use this image in your site

Copy and paste this html: