Kangar, capital of Perlis

Trip Start Mar 11, 2011
1
3
8
Trip End Mar 30, 2011


Loading Map
Map your own trip!
Map Options
Show trip route
Hide lines
shadow
Where I stayed
Homestay Taman Sena Indah

Flag of Malaysia  , Perlis,
Wednesday, March 16, 2011

Day 6 Penang-Kangar

Sampai terminal bus Kangar, kami dijemput oleh kawan saya, Fairus, lalu kami pergi makan. Perlis adalah propinsi terkecil di Malaysia dan Kangar merupakan ibukota propinsi yang tidak terlalu besar tapi terasa aman dan damai. Orang-orangnya ramah dan murah senyum. Populasi satu propinsi Perlis sekitar 227.000 orang. Di Perlis, pemerintah Malaysia banyak membangun universitas dan perguruan tinggi, mungkin dimaksudkan agar mahasiswa bisa merasa nyaman belajar dan memiliki konsentrasi yang baik. Jalanan kota Kangar yang cukup besar dan sepi membuat mobil yang saya jumpai di jalan memacu kendaraannya dengan kecepatan yang tinggi.

Di Kangar, saya tinggal di homestay yang terletak di kompleks perumahan Taman Sena Indah seharga RM 50/Rp.145.000 per malam, berdua dengan Kakeru. Malam hari, Fairus membawa kami ke pasar malam di dekat stadion sepakbola Perlis. Kakeru dan saya sangat menikmati jalan-jalan di pasar malam ini. Selain makanan, pasar ini menjual baju dan juga kebutuhan sandang lainnya. Saya banyak mencicipi makanan lokal Perlis dengan harga yang cukup murah. Penjualnya pun ramah-ramah dan berusaha membuka obrolan dengan kami. Pulang dari pasar malam, kami makan lagi di kedai cah kwetiaw sebelum pulang ke homestay.

Day 7 Kangar-Padang Besar-Kuala Perlis-Langkawi

Pagi pukul 8 pagi, kami dijemput Fairus untuk pergi ke Padang Besar. Sebelum berangkat kesana, kami sarapan dulu di kedai makan roti capati di Kangar. Roti ini dimakan dengan kuah. Rasanya sedap dan harganya juga murah. Padang Besar adalah kota kecil yang berjarak kurang lebih 45 km dari Kangar dan terletak di utara Malaysia dan berbatasan langsung dengan Thailand. Disana terkenal akan pasar yang menjual berbagai macam kebutuhan dengan harga yang murah karena banyak barangnya yang dipasok dari Thailand. Jalan menuju Padang Besar sepi dan jalannya mulus sekali. Fairus mengijinkan saya menyetir mobilnya dan saya sangat menikmati mengendarai mobil di jalan antara Kangar dan Padang Besar. Jalanannya bersih dan pemandangan pedesaannya cantik.

Di tengah perjalanan, kami berhenti di peternakan burung unta dan ini merupakan pengalaman baru yang sangat menarik, memberi makan burung unta. Saya belum pernah bertemu dengan burung unta sebelumnya, ternyata burung unta ini tinggi juga. Tingginya sekitar 2 meter. Harga seekor burung unta bisa sampai 10 juta rupiah dan bisa bertelur sampai 50 butir per tahun. Kami pun meneruskan perjalanan menuju Padang Besar dan di tengah perjalanan ada semacam razia yang dilakukan polisi. Ternyata razia itu ditujukan untuk mencari mobil yang memuat bahan bakar selundupan dari Malaysia ke Thailand. Karena bahan bakar di Thailand lebih mahal, banyak orang yang menyelundupkan bahan bakar Malaysia kesana. Saya hanya membuka jendela mobil dan petugas pun melambaikan tangan dan kami pun melaju kembali.
Sampai Padang Besar, kami langsung mendatangi pasar yang menjual barang-barang murah tersebut. Fairus mencari barang untuk souvenir kawin kawannya sedangkan saya menemukan satu toko yang menjual jersey sepakbola murah. Dan ternyata pemilik toko itu Liverpool fans juga. Dia menjual jersey Liverpool dari tahun 70an sampai yang terbaru, walaupun bukan jersey original. Di Padang Besar, kebanyakan penduduknya bisa bercakap dua bahasa, Malaysia dan Thailand. Setelah shopping kami meneruskan perjalanan menuju Kuala Perlis, tempat pelabuhan jetty menuju Langkawi. Kami tidak melewati jalan yang sama seperti pagi tadi dan berputar melalui jalan menuju perkebunan tebu yang sangat luas. Saking luasnya sejauh mata memandang hanya ada perkebunan tebu tersebut. Kami melewati Kangar terlebih dahulu sebelum ke Kuala Perlis. Dan sesampainya di Kuala Perlis, saya langsung membeli tiket ke Langkawi seharga RM 18/Rp.51.000. Sebelum naik jetty, kami makan siang dulu di restoran dekat pelabuhan.
Perjalanan dari Kuala Perlis ke Langkawi ditempuh dalam 1 jam, jetty yang kami tumpangi cukup penuh dan nyaman membuat saya tertidur selama perjalanan itu.


Slideshow Report as Spam

Comments

Liya Jany on

Wahhh Amir sudah smpi Perlis.Sy yg org M'sia pun lom jejak kaki ke sini....weee....

Add Comment

Use this image in your site

Copy and paste this html: